Santri Hub

Web Developer

5 Dampak Buruk Media Sosial bagi Pelajar, Yuk Hindari!

Bagikan :

santrihub.or.id – Saat ini,  sebuah keharusan bagi setiap orang memiliki akun media sosial, baik itu Twitter, Instagram, Facebook, Quora, dan lain sebagainya. Selain mempermudah jangkauan komunikasi, pengguna media sosial kerap kali menjadikan akunnya sebagai tempat mengekspresikan diri.

Banyak dampak positif atas kehadiran media sosial ini, namun tidak menutup kemungkinan munculnya hal-hal negatif pula. Misal pada kebanyakan pelajar bukannya fokus mengikuti pembelajaran dan aktif dalam kegiatan sekolah malah sibuk membangun image atau citra yang baik pada akun media sosialnya. Lebih jelasnya berikut merupakan dampak buruk media sosial saat belajar.

1. Gangguan Kesehatan Fisik

Terlalu lama menggunakan alat gawai berpotensi mengganggu kesehatan mata seperti mata menjadi kering, dan dapat menimbulkan rasa pusing, mual, serta sakit atau pegal pada bagian leher dan punggung karena terlalu lama menunduk. Hal ini mengakibatkan tidak maksimalnya siswa saat belajar, dengan derita mata rabun dan badan yang tidak bugar.

2. Gangguan Kesehatan Mental

Timbulnya rasa insecure (tidak aman/minder) karena melihat kehidupan pribadi dan pencapaian seseorang di media sosial. Alih-alih dijadikan sebagai wadah mengekspresikan diri justru menjadi tempat flexing atau sombong atas apa yang dimiliki. Hal ini mengakibatkan semua orang berlomba-lomba menciptakan citra yang baik di media sosial. Dengan mengunggah konten yang disukai tidak jarang segelintir orang berkomentar jahat atau memicu adanya cyber bullying. Dari sini lah muncul rasa tidak percaya diri dan berlebihan dalam memikirkan sesuatu (overthinking). Selain itu, seringnya bermain media sosial mengakibatkan timbulnya perilaku Fear Of Missing Out (FOMO) dimana rasa takut akan tertinggal dengan tren yang sedang ramai diperbincangkan orang banyak.

3. Terpapar Berita Hoaks

Saking luas dan mudahnya informasi yang di dapat, semakin mudah pula oknum-oknum menyebarkan berita bohong (hoaks) atau tidak valid. Mengakibatkan orang-orang termakan atas informasi yang tidak jelas kebenarannya hingga timbulnya fitnah. Dalam menanggapi hal ini, sebagai pengguna media sosial yang bijak sebaiknya tidak hanya terpacu pada satu laman berita saja, melainkan mencari dari berbagai sumber berita agar jelas valid atau tidaknya suatu informasi.

4. Terpapar Konten Negatif

Konten yang berbau sensitif seperti pornografi dan hal-hal yang mengandung unsur SARA seringkali bermunculan dan sulit untuk di filter oleh pengguna media sosial. Hal semacam ini sangat tidak baik jika di konsumsi oleh masyarakat khususnya anak-anak serta remaja.

5. Menggangu Komunikasi di Dunia Nyata

Dapat dikatakan bahwa media sosial ini merupakan jejaring sosial untuk mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Dalam artian karena terlalu aktif dan seringnya bermedia sosial sehingga tidak menyadari bahwa kita hidup di dunia nyata. Bukan hanya tentang membangun citra yang baik di media sosial, melainkan membangun relasi yang harmonis dengan lingkungan sekitar.

Hal-hal di atas dapat dijadikan sebagai acuan dan batasan kita dalam bermedia sosial. Sebab, media sosial dapat memberikan dampak buruk yang perlu dihindari. Yuk, gunakan medsos dengan bijak sobat santri!

Penulis: Fasha Baitul Hakim
Editor: Ahmad Rifai Alamsah

Artikel Terbaru

Peran Santri dalam Membangun Negeri di Era Digitalisasi

Santrihub.or.id – Dengan mayoritas penduduk beragama Islam, kata santri bukanlah hal baru bagi masyarakat Indonesia. Menurut kebanyakan orang santri merupakan orang yang memiliki tingkat

Pentingnya Peran Support System dalam Proses Belajar

Santrihub.or.id – Sepertinya sudah tidak asing lagi mendengar istilah support system dalam kehidupan sehari-hari. Support system dapat diartikan sebagai dukungan sosial yang dibutuhkan manusia,

5 Dampak Buruk Media Sosial bagi Pelajar, Yuk Hindari!

santrihub.or.id – Saat ini,  sebuah keharusan bagi setiap orang memiliki akun media sosial, baik itu Twitter, Instagram, Facebook, Quora, dan lain sebagainya. Selain mempermudah

Program Donasi Pilihan